HARGA PANGAN

Harga Pangan Minggu 4 Januari 2026 Banyak Komoditas Turun Secara Nasional

Harga Pangan Minggu 4 Januari 2026 Banyak Komoditas Turun Secara Nasional
Harga Pangan Minggu 4 Januari 2026 Banyak Komoditas Turun Secara Nasional

JAKARTA - Minggu, 4 Januari 2026 menjadi minggu yang menunjukkan pergerakan signifikan di pasar pangan nasional.  

Berdasarkan data terbaru Badan Pangan Nasional (Bapanas) pukul 07.30 WIB, banyak komoditas mengalami penurunan harga, meskipun ada sebagian yang naik tipis. Tren penurunan ini mencerminkan stabilisasi pasokan sekaligus distribusi yang lebih lancar dari tingkat petani ke konsumen.

Harga pangan yang fluktuatif merupakan indikator penting bagi masyarakat dan pelaku usaha. Penurunan harga memungkinkan konsumen membeli kebutuhan pokok dengan biaya lebih rendah, sementara pedagang dan industri pangan harus menyesuaikan strategi stok agar tetap efisien.

Penurunan Harga Beras

Komoditas beras mengalami penurunan yang patut dicatat:

Beras premium turun 3,25 persen menjadi Rp15.053 per kilogram

Beras medium turun 3,76 persen menjadi Rp13.047 per kilogram

Beras SPHP turun 1,44 persen menjadi Rp12.283 per kilogram

Penurunan harga ini menunjukkan bahwa pasokan beras nasional cukup stabil dan distribusi antar wilayah berjalan lancar. Masyarakat dapat memanfaatkan kondisi ini untuk berbelanja kebutuhan beras dengan harga lebih terjangkau.

Jagung dan Kedelai Ikut Turun

Selain beras, komoditas lain seperti jagung turun 6,22 persen menjadi Rp6.541 per kilogram. Sedangkan kedelai biji kering impor tercatat turun 3,51 persen menjadi Rp10.434 per kilogram.

Penurunan ini berimplikasi langsung pada sektor industri makanan olahan, termasuk produksi tahu, tempe, dan pakan ternak. Dengan harga bahan baku yang lebih rendah, produsen dapat menekan biaya produksi tanpa harus menaikkan harga jual ke konsumen.

Harga Bawang dan Cabai Menurun Signifikan

Harga bawang merah turun 10,53 persen menjadi Rp41.088 per kilogram, sedangkan bawang putih turun 8,37 persen menjadi Rp35.235 per kilogram. Cabai juga mengalami penurunan yang cukup drastis:

Cabai merah keriting turun 16,69 persen menjadi Rp39.937 per kilogram

Cabai merah besar turun 26,28 persen menjadi Rp31.917 per kilogram

Cabai rawit merah turun 13,48 persen menjadi Rp53.705 per kilogram

Fluktuasi harga ini biasanya dipengaruhi oleh musim panen yang melimpah dan lancarnya distribusi dari tingkat petani ke pasar. Penurunan harga cabai menjadi kabar baik bagi rumah tangga yang rutin membeli komoditas ini, sekaligus memberikan tekanan positif bagi stabilisasi inflasi pangan.

Daging, Telur, dan Gula Turun

Harga daging sapi murni turun 1,25 persen menjadi Rp133.970 per kilogram, sementara daging ayam ras turun 5,21 persen menjadi Rp37.761 per kilogram. Harga telur ayam ras tercatat turun 5,64 persen menjadi Rp29.684 per kilogram, sedangkan gula konsumsi turun 2,29 persen menjadi Rp17.692 per kilogram.

Penurunan ini membantu daya beli masyarakat, terutama rumah tangga yang rutin mengonsumsi protein hewani dan gula. Selain itu, industri pengolahan makanan juga dapat merencanakan biaya produksi lebih efisien di tengah harga bahan baku yang lebih stabil.

Minyak Goreng dan Tepung Terigu

Harga minyak goreng kemasan turun 3,06 persen menjadi Rp20.365 per liter, dan minyakita turun 2,58 persen menjadi Rp17.172 per liter. Menariknya, harga minyak goreng curah justru naik tipis 0,09 persen menjadi Rp17.771 per liter.

Untuk tepung terigu, harga juga mengalami koreksi: tepung terigu curah turun 7,58 persen menjadi Rp9.011 per kilogram, dan tepung terigu kemasan turun 4,33 persen menjadi Rp12.404 per kilogram. 

Penurunan harga ini berdampak pada industri roti, kue, dan mie, sehingga produsen bisa menekan biaya tanpa menaikkan harga produk ke konsumen.

Harga Ikan dan Daging Kerbau

Beberapa komoditas ikan juga menunjukkan pergerakan harga yang berbeda:

Ikan kembung turun 2,35 persen menjadi Rp43.079 per kilogram

Ikan bandeng turun 4,10 persen menjadi Rp34.444 per kilogram

Ikan tongkol justru naik 1,92 persen menjadi Rp36.625 per kilogram

Sementara itu, daging kerbau beku turun 8,43 persen menjadi Rp97.500 per kilogram. Perubahan harga ini terutama disebabkan oleh pasokan yang cukup dari nelayan dan peternak, serta distribusi yang lancar ke pasar.

Garam dan Komoditas Lainnya

Selain itu, harga garam konsumsi turun 3,17 persen menjadi Rp11.167 per kilogram. Penurunan ini menandakan adanya stabilisasi pasokan garam pasca-panennya, yang turut mendukung penurunan harga beberapa produk olahan makanan yang menggunakan garam sebagai bahan baku utama.

Secara keseluruhan, minggu ini banyak komoditas pangan mengalami koreksi harga, memberikan ruang bagi konsumen untuk menghemat belanja kebutuhan pokok harian.

Dampak Fluktuasi Harga bagi Konsumen dan Pedagang

Penurunan harga pangan memiliki dua dampak utama:

Bagi konsumen, harga lebih murah meningkatkan daya beli, terutama untuk rumah tangga dengan pengeluaran tinggi untuk kebutuhan pokok.

Bagi pedagang dan produsen, perlu menyesuaikan strategi penyimpanan dan produksi agar tidak mengalami kerugian akibat harga turun.

Industri olahan pangan juga dapat memanfaatkan momentum ini untuk menekan biaya produksi, sehingga margin keuntungan tetap terjaga tanpa harus menaikkan harga produk.

Minggu ini, tren penurunan harga pangan di tingkat nasional cukup signifikan untuk berbagai komoditas penting. Meskipun beberapa komoditas mengalami kenaikan tipis, keseluruhan pergerakan harga menunjukkan stabilisasi pasokan dan distribusi. 

Pemerintah dan Badan Pangan Nasional terus memantau perkembangan harga agar ketersediaan pangan tetap terjaga, daya beli masyarakat terlindungi, dan ketahanan pangan nasional tetap optimal.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index